Kendalikan Emosi Dan Tetap Fokus Pada Pasar

trading emosi

Trading di pasar forex menjanjikan keuntungan yang tidak terbatas, tetapi juga kerugian yang tak terbayangkan. Inilah alasannya kenapa banyak trader yang dengan cepat bisa dikuasai dan dikendalikan oleh emosinya. Dalam keadaan apapun, reaksi yang hanya didasarkan pada emosi cenderung berbahaya, apa lagi dalam trading. Reaksi emosional biasanya berlawanan dengan pikiran rasional, sehingga jika ini terjadi dalam trading Anda akan sulit mengambil keputusan yang tepat. Faktor emosi dalam keadaan apapun tidak bisa dihilangkan, tetapi bisa dikendalikan. Artikel ini memberikan beberapa tip agar Anda bisa menekan faktor emosi tersebut ketika trading, dan tetap fokus pada pergerakan harga pasar.

Dalam trading di pasar forex, pengetahuan pasar dan teknik trading mutlak untuk dipelajari. Dengan semakin menguasai teknik dalam trading semisal analisa teknikal, secara mental Anda akan semakin percaya diri dalam mengantisipasi pergerakan pasar, dan hal ini akan menekan emosi Anda. Walau demikian, analisa teknikal memiliki keterbatasan. Dalam banyak kasus kerugian dalam trading forex sering kali disebabkan oleh kesalahan dalam analisa teknikal. Meski indikator yang digunakan sudah tepat, tetapi respons pasar belum tentu sama untuk setiap kondisi pasar yang berbeda.

Keadaan yang demikian tentu sulit diterima, sehingga dalam banyak kasus trader cenderung secara emosional menahan posisinya meski sedang merugi, dan yakin pasar akan berbalik arah karena indikator yang digunakan toh sudah benar. Itu contoh timbulnya emosi yang tidak bisa dicegah, dan memang seharusnya itu normal. Namun reaksi Anda mungkin saja berbeda jika telah mengetahui karakteristik pasar.

Berikut 4 tip agar Anda bisa menekan emosi ketika trading dan tetap fokus pada pergerakan harga pasar:

1. Mengetahui bahwa pergerakan pasar tidak bisa dipastikan

Tak seorang trader bisa menentukan pergerakan harga dengan pasti. Pasar bisa dan akan bergerak sekehendaknya, tidak peduli seberapa canggih sistem trading atau rencana trading Anda. Pasar tidak akan bisa Anda dikte, sehingga jika Anda mengalami kerugian karena salah posisi hal itu tidak berarti strategi trading Anda salah. Setiap trader harus bisa menerima kenyataan bahwa posisinya bisa salah atau tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dengan menyadari sepenuhnya akan hal ini maka seorang trader tidak seharusnya memikirkan kenapa ia salah posisi, melainkan tetap fokus pada pergerakan harga selanjutnya.

2. Anda harus menerapkan management resiko, dan menentukan ukuran lot trading yang sesuai

Trader yang konservatif biasanya menentukan resiko tidak lebih dari 2% hingga 3% dari balance accountnya setiap kali entry. Dalam hal menekan emosi yang destruktif, penerapan money management sangat penting untuk menghindari besarnya kerugian yang tidak diharapkan. Pada kenyataannya ukuran lot trading yang benar-benar sesuai akan membuat trading Anda lebih obyektif, karena Anda tidak harus risau dengan besarnya kerugian. Fokus Anda tidak lagi pada besarnya dana yang bakal hilang (karena Anda telah tentukan sebelumnya), tetapi lebih fokus pada apa yang akan terjadi pada pergerakan harga selanjutnya.

3. Pertimbangkan untuk tidak menggunakan ukuran lot trading sekaligus (dalam sekali entry)

Untuk mengurangi pengaruh emosi jika Anda salah posisi, pertimbangkan untuk tidak menggunakan ukuran lot trading pada point (2) diatas dalam sekali entry, bisa setengahnya, sepertiganya atau mungkin seperempatnya. Hal ini berguna untuk menambahkan posisi baru ketika pergerakan harga tidak sesuai dengan yang Anda harapkan. Anda bisa berasumsi bahwa Anda tidak harus entry dengan seratus persen benar.

4. Perhatikan juga strategi exit Anda

Agar Anda bisa selalu fokus pada pergerakan pasar, rencanakan juga level exit Anda dengan tepat, baik stop loss maupun target. Hal ini akan menghindarkan keterlibatan emosi Anda ketika pergerakan pasar tidak sesuai dengan yang Anda perkirakan.

Posted in Psikologi Forex.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *