Simple trading dengan pin bar dan price action

Ada banyak strategy dalam trading yang bisa kita gunakan. Mulai dari yang simple sampai dengan trading dengan beberapa indicator yang bisa dibilang komplek. Kali ini kita akan membahas simple trade atau trading simple dengan pin bar. Seperti kita ketahui, pinbar terjadi jika body candle mengecil disaat yang bersamaan terbentuk ekor yang memiliki panjang dua kali body atau lebih. Semakin panjang ekor candle, semakin kuat pula perlawanan buyer dan seller.

Berikut adalah gambaran simple pinbar yang terjadi.

bull1 bear1Untuk mempermudah pemahaman mengenai pin bar, silahkan lihat video dibawah

Saya sengaja buat dalam format video agar lebih mudah untuk dipahami penggunaan pin bar di market, lengkap dengan penempatan Stop loss dan target profit yang diinginkan.

Scalper mania trading strategi

Scalping merupakan salah satu cara trading dengan mentargetkan 1-3 pips yang biasanya dilakukan dengan lot dan resiko yang lebih besar daripada penggunaan lot di trading harian. Saat ini scalping diminati banyak trader dikarenakan kita bisa membuka dan menutup strategi secepat mungkin sehingga bisa meminimalisir emosi berlebih seperti saat kita menggunakan strategi long term terutama disaat kita mengalami floating.

Peralatan :

  • Grafik / TF : M15 ( silahkan di coba juga di M1 – M5  )
  • Currency : All
  • Bollinger Bands period 50 deviation 2 ( Biru )
  • Bollinger Bands period 50 deviation 3 ( Merah )
  • Bollinger Bands period 50 deviation 4 ( Kuning )
  • Relative Strength Index   8  level 30 dan 70
  • Stochastics osilator  14,3,3  level 20 dan  80

Silahkan Perhatikan Tampilannya

Scalper

Aturan :
Sinyal BUY : Jika Harga Sudah Secara Bersamaan menyentuh  level 30 RSI, Level 20 Stochastic dan Menyentuh salah satu garis Bolinger band Bawah

Sinyal  SELL : Jika Harga Sudah Secara Bersamaan menyentuh  level  70  RSI, Level  80 Stochastic dan Menyentuh salah satu garis Bolinger band Atas

Exit / Profit : Close setelah ada tanda tanda harga  Berbalik arah

Catatan, tidak semua Broker membolehkan atau bahkan membatasi Model Trade seperti  ini  (scalping) . Lebih Efektif jika Sistem ini digunakan pada Broker Broker yang Secara Full membolehkan dan tidak membatasi  atau memberi jarak antara  Open Close satu dengan Open Selanjutnya. Pilih Mata uang dengan Spreadnya  yang Kecil atau dengan menggunakan Broker yang menggunakan 5 digit dari mata uang yang diperdagangkannya (bisa coba tickmill, lihat penawaran rebate berikut)

FSO Trading strategi

Ada banyak sistem trading yang bisa gunakan untuk menentukan open dan close posisi di forex. Kali ini kita akan membahas tentang sebuah sistem teknikal sederhana bernama FSO System. FSO System sendiri merupakan singkatan dari Fractal Stochastich  Osilator. Adapun penggunakan Dari sistem ini adalah :

Currency / Pair :  All
Time Frame  : 15M ( silahkan coba di Time Frame lainnya )
Indikator:

  • Fractal
  • Stochastich Oscillator   14,3,3
  • MA Method Simple – Field Close

Silahkan Perhatikan Tampilannya

FSO System

Aturan
Entry BUY :  Fractal Muncul dan Oscillator berada di level 20
Entry SELL : Fractal Muncul dan Oscillator berada di level 80
Exit / Take Profit : 1-20 pips / Jika adanya sinyal perubahan atau berbalik arah

Perlu diingat, di forex tidak ada satu strategi yang lebih baik daripada strategi yang lain. Semua strategi pada dasarnya adalah bagus terutama jika kita disiplin dalam menggunakan rules yang sudah ditentukan sebelumnya. Untuk mempelajari sebuah strategi, pastikan anda sudah mencobanya di demo akun sampai anda benar-benar merasa nyaman sebelum menggunakannya di live akun anda. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi loss karena kekurang tahuan kita akan kelebihan dan kekurangan strategi yang kita gunakan.

Happy trading and hope you got some nice pips.

Cara mudah Membuka Locking

locking forex

Seringkali sebagian trader terjebak dalam posisi yang melawan arah/tren pergerakan harga saat itu sehingga posisi yang telah dibukanya mengalami kerugian. Saat terjebak dalam suatu kerugian, sebagian trader ada yang memilih membiarkan saja  atau meng-cut loss atau mengunci (locking) posisi. Pilihan yang dibuat tentunya berdasarkan strategi atau kenyamanan atau tingkat resiko yang bisa ditoleransi masing-masing trader.

Ada sebagian trader yang memilih untuk mengunci (locking) atau sering juga disebut hedging posisi justru mengalami dilema saat akan membuka kuncian tersebut. Banyak yang takut equity atau balance-nya akan terkuras saat membuka kuncian. Banyak juga yang takut ketinggalan harga dalam membuka kuncian dan berusaha untuk memprediksi (mencari prediksi) dimana harga yang paling ujung (ekstrim).

Dilema dan ketakutan ini membuat pikiran tidak lagi jernih dan bisa memberikan pengaruh yang buruk dalam mengambil keputusan trading. Memang memikirkan kuncian, apalagi bila jarak posisi yang terkunci (antara posisi buy dan sell) terlalu jauh, akan sangat mengganggu dan akhirnya membuat kita lama untuk bergerak mengatasi masalah locking-an tersebut. Bila kita mempunyai posisi terbuka dalam waktu yang lama, tentunya ada biaya dari broker yang dibebankan ke kita setiap harinya. Cara terbaik menurut saya bila posisi yang kita buka sudah salah, memang dengan cut loss.

Tapi bila sudah terlanjur melakukan locking yang cukup besar, mau tidak mau kita harus menghadapinya. Salah satu cara untuk membuka locking-an adalah dengan memperlakukan locking-an tersebut seperti membuka posisi baru. Kita tidak perlu memperdulikan dimana posisi locking-an kita. Kita tidak perlu mencari tahu dimana harga akan mentok dan berbalik. Kita tidak perlu menunggu harga sudah berada di bawah/atas posisi locking-an. Yang perlu kita cari tahu adalah kemana arah/tren pergerakan harga saat ini.

Sama seperti membuka posisi yang baru. Yang harus kita ketahui adalah kemana arah/tren harga saat ini. Misalnya kita mengetahui (dari analisa teknikal dan/atau fundamental) bahwa tren harga untuk 4 jam ke depan adalah ke atas. Kita tentunya akan membuka posisi baru buy (open buy) dan menunggu profit baru kita likuidasi (tutup) posisi dengan sell (close buy) dan sebaliknya bila tren harga ke bawah.

Bagaimana mengimplementasikannya ke posisi locking-an kita? Misalnya kita mempunyai 1 pasang posisi locking-an: open buy EURUSD di 1.3500 dan open sell EURUSD di 1.2800 dimana posisi saat ini berada di tengah-tengah harga locking-an tersebut di 1.3000.

Apa kita harus menunggu harga berada di atas 1.3500 atau di bawah 1.2800 baru kita bisa membuka posisi locking-an tersebut? Dengan cara yang disebutkan di atas, tentunya tidak perlu. Kita harus mengubah persepsi/mindset kita bahwa kita tidak mempunyai locking-an agar kita tidak terfokus pada posisi locking-an tersebut, seperti membuka lembaran baru (clean sheet). Dengan strategi trading yang kita punya dan analisa tren pergerakan harga, kita mempunyai rencana trading baru, dimana posisi buka, posisi taking profit dan posisi stoploss. Dengan locking-an yang ada, bila kita tidak membuka posisi baru, melainkan menutup salah satu posisi terbuka kita.

Dari contoh di posisi di atas. Kita sudah menentukan bahwa harga kemungkinan akan naik ke atas. Berarti kita harus menutup posisi sell kita di 1.2800. Mungkin ada pemikiran bahwa kita akan rugi besar bila kita menutup posisi sell itu karena harga saat ini ada di 1.3000. Memang kita akan rugi tapi yang terpotong adalah balance kita dan bukan (belum tentu) equity kita. Dalam trading, yang lebih penting untuk diperhatikan adalah nilai equity dan bukan balance.

Jadi kita menutup posisi sell kita di 1.3000. Bila kita asosiasikan dengan membuka posisi baru, maka posisi tutup sell di 1.3000 ini adalah posisi open buy kita di 1.3000. Ini yang harus kita ingat.

Nah bila arah harga sesuai perkiraan yakni harga naik, misalnya ke area 1.3050, berarti nilai equity kita bertambah, meskipun nilai balance kita berkurang. Nilai equity akan mengalami penambahan sebesar 50 pips (1.3050 dikurang 1.3000) yang artinya 500 dollar untuk kontrak regular. Dalam kaitan dengan locking-an, kita harus membuka posisi sell kembali di 1.3050. Sehingga saat ini kita masih mempunyai lockingan di open buy 1.3500 dan open sell di 1.3050 dengan equity yang bertambah 50 pips.

Dari contoh kasus di atas, kita tidak perlu menunggu harga berada di bawah atau di atas posisi terbuka yang kita punya baru melakukan sesuatu terhadap locking-an tersebut. Dengan memperlakukan locking-an seperti membuka posisi baru, kita bisa membuka locking-an di harga berapa pun tanpa harus menunggu terlalu lama dan tanpa harus mencari atau memprediksi harga sudah diujung/ekstrim.

Memanfaatkan Gap saat Market Buka di Awal Pekan

Trading gap

Kali ini saya akan membahas tentang bagaimana memanfaatkan Gap yang biasa terjadi saat market buka di awal pekan
Seperti kita ketahui, pasar valas tutup selama akhir pekan, tepatnya tutup pada hari Sabtu pukul 04.00 WIB dan buka kembali pada hari Senin pukul 04.00 WIB. Di lain pihak, faktor-faktor yang mempengaruhi nilai mata uang suatu Negara, seperti misalnya kondisi ekonomi politik  negara  yang bersangkutan, tetap terus berjalan, karena secara umum kegiatan manusia tetap berjalan. Itulah sebabnya,  sangat mungkin terjadi di awal market buka di awal pekan, terjadi gap atau harga yang meloncat, baik naik ataupun turun dan harga terakhir saat market tutup.

Gap yang sering terjadi di awal pekan ini membuat banyak trader menghindari menghold posisi tetap terbuka selama akhir pekan saat market tutup. Masuk akal memang, karena saat market tutup kita tidak akan bisa berbuat apa-apa terhadap posisi kita yang masih terbuka. Padahal segala kemungkinan bisa saja terjadi. Ekstremnya, kondisi politik dan ekonomi suatu Negara bisa saja berubah drastis saat akhir pekan, yang membuat nilai matauang bisa saja berubah drastis tanpa kita bisa berbuat apa-apa karena market sedang tutup.

Gap ini memang bisa jadi mimpi buruk bagi trader yang posisinya tersabet SL saat market buka di awal pekan, tapi bisa juga menjadi peluang bagi kita yang ingin mengambil manfaat dari adanya gap tersebut. Memanfaatkan gap di awal pekan, prinsipnya hampir sama dengan menfaatkan pergerakan cepat saat news release seperti yang sudah kita bicarakan sebelumnya.
Mari kita amati chart berikut:

GapGU
Apabila harga pada hari sabtu pukul 03.58 adalah 1.5620, maka kita pasang pending order buy stop 10pips di atasnya, yaitu di 1.5630 dengan TP sekitar 20 pips di 1.5650. Pasang juga pending order sell stop kurang lebih 10 pips di bawah harga menjelang market tutup, yaitu di 1.5610 dengan TP sekitar 20 pips di 1.5590.

Sesaat setelah market buka pada hari Senin pukul 04.00 WIB, cek posisi pending order tersebut. Batalkan pending order yang tidak tersentuh, dalam contoh di atas adalah pending order sell-nya. Dengan demikian kita sudah mendapatkan kurang lebih 20 pips saat market buka

Kelemahan dari cara ini adalah, kita harus “berkorban” untuk bangun sesaat sebelum marketmarket buka. Ok, cara di atas hanyalah contoh apabila kita ingin memanfaatkan Gap yang terjadi di awal pekan. Pilihan sepenuhnya ada di tangan anda, apakah akan menghindar Gap dengan menutup semua posisi di akhir pekan, atau justru memanfaatkan Gap tersebut dengan sengaja memasang posisi sesaat sebelum market tutup