5 kesalahan fatal yg sering dilakukan trader harian

Kesalahan fatal trader

Ada 5 kesalahan fatal yg sering dilakukan trader harian untuk menghasilkan uang dari bisnis forex. Trader harian kebanyakan melakukan buka tutup posisi trading pada hari yang sama. Mereka condong membuka beberapa posisi pada bermacam pasangan mata uang dengan mengandalkan sinyal trading dari indikator teknikal, price action & berita fundamental. Time frame trading yang digunakan kebanyakan antara 15 menit sampai 1 jam. Bagi yg sudah berpengalaman dengan trik trading harian seperti ini bisa menguntungkan, tapi bagi pemula atau yg belum berpengalaman, trading harian bisa berpotensi menyebabkan kerugian.

1. Averaging down
Trader harian tidak jarang terjebak dalam averaging down atau open posisi baru yang sama disaat posisi awal mengalami loss. Averaging down yang tidak direncanakan merupakan gambling & lebih bersifat emosional. Butuh pertimbangan matang untuk menutup kerugian atau drawdown yg nantinya berjalan. Trick paling baik buat menghindari hal ini adalah dengan bekerja sesuai managemen keuangan yang sudah dibuat dan tidak harus selalu punya posisi jika memang tidak ada sinyal.

2. Trapping position menjelang launcing fundamental news
Mengaplikasikan posisi trap (jebakan betmen) kebanyakan dilakukan bersama pending order buy stop & sell stop secara bersamaan menjelang rilis berita fundamental yg diperkirakan bakal menyebabkan volatilitas tinggi. Ini merupakan kiat klasik yg tidak jarang dilakukan trader harian. Untuk menghindari volatilitas yang terlampaui tinggi, umumnya trader telah menentukan target profit untuk masing-masing posisi. Trick ini memang fenomenal terutama kala launcing data NFP AS. Perlu diperhatikan, resiko trading menggunakan trik ini yakni mungkin saja terjadinya slippage (loncatan harga) yang bias membuat anda mengalami loss yang cukup besar.

3. Buka posisi secepatnya sesudah rilis berita fundamental
Cara ini biasa dilakukan sesudah trapping gagal. Apapun alasannya, entry diwaktu volatilitas tinggi tentunya sangat berbahaya. Selain slippage, kita juga belum mengetahui dengan jelas resiko informasi fundamental yg baru dirilis tersebut. Untuk membuka posisi, lebih baik kita menunggu kurang lebih 30 menit sesudah rilis berita.

4. Menentukan target profit per trade terlampaui besar
Target profit per trade yang terlampau besar bukan berarti pasti profit. Seringkali trader harian menggunakan lot trade yang terlampau besar untuk mendapatkan profit maksimal. Ingat di forex risk dan reward selalu sebanding. Semakin besar target kita, maka risk juga akan meningkat.

5. Impian profit yg kurang realistis
Seperti halnya ukuran lot yang terlampau besar, penentuan risk/reward ratio yang terlampaui tinggi bias membahayakan trading kita. Pada time frame trading yg rendah (di bawah 4-jam) akan banyak noise sehingga harus berhati-hati & realistis saat memastikan risk/reward ratio.

Contoh sederhana Money management forex

Money management

Dalam artikel ini kami memberikan contoh penggunaan money management sederhana yang bisa anda gunakan. Money management forex yang digunakan disini hanyalah bentuk sederhana saja, dan tentunya bisa anda modifikasi sesuai keinginan. Kami juga menambahkan faktor compounding dalam perhitungan ini. Faktor compounding ini merupakan tambahan, dan bisa saja tidak anda gunakan. Mari kita mulai pembelajaran tentang Faktor yang mendukung 30% kesuksesan kita di forex ini

Tanpa compounding

Model resiko per trade yang digunakan : persentase rasio, sebesar 5% . Artinya untuk setiap transaksi, anda meresikokan 5% dari modal. Nilai 5% ini dihitung dari modal awal yang digunakan dan tidak  berubah. Jika transaksi anda profit atau loss, maka resiko per trade untuk transaksi selanjutnya tetap dihitung 5% dari modal awal.

Contoh :

  • Modal awal anda adalah sebesar $1000 . Untuk setiap transaksi, anda meresikokan sebesar 5% yang berarti $1000 x 5% = $50
  • Misalkan anda Profit sebesar $100 dan total modal anda menjadi $1100 , resiko yang digunakan tetap 5% dari $1000 (modal awal anda) . Misalkan anda Loss sebesar $50 dan total modal anda menjadi $950 , resiko yang digunakan tetap 5% dari $1000 (modal awal anda) . Begitu seterusnya .

Dengan Compounding

Step/langkah Compounding dilakukan setiap kenaikan modal sebesar 25% dari modal awal.

Model resiko per trade yang digunakan : persentase rasio, sebesar 5% . Artinya untuk setiap transaksi, anda meresikokan 5% dari modal. Jika transaksi anda profit atau loss, maka resiko per trade untuk transaksi selanjutnya tetap dihitung 5% dari modal awal / modal setelah compounding.

Contoh :

  • Modal awal anda adalah #1000 . Untuk setiap transaksi, anda meresikokan sebesar 5% yang berarti $1000 x 5% = $50 . ini kita anggap step pertama compounding.
  • Misalkan anda Profit sebesar $100 dan total modal anda menjadi $1100 , resiko yang digunakan tetap 5% dari $1000 (modal awal anda) . Misalkan anda Loss sebesar $50 dan total modal anda menjadi $950 , resiko yang digunakan tetap 5% dari $1000 (modal awal anda) . Begitu seterusnya .
  • Jika anda telah profit sebesar 25% dari modal awal (25% x $1000 = $250 ) , total modal anda menjadi $1250 . Ini kita anggap sebagai Step kedua compounding. Perhitungan resiko per trade 5% berubah, tidak lagi dari modal awal ($1000) tapi  diambil dari total modal sekarang ($1250) .
  • Misalkan anda Profit sebesar $100 dan total modal anda menjadi $1350 , resiko yang digunakan tetap 5% dari $1250 (modal di step kedua compunding ) . Misalkan anda Loss sebesar $62.5 dan total modal anda menjadi $1187.5 , resiko yang digunakan tetap 5% dari $1250 ( modal di step kedua Compounding ) . Begitu seterusnya .
  • Jika anda telah profit sebesar 25% dari modal di step compounding kedua (25% x $1250 = $312.5 ) , total modal anda menjadi $1562.5 . Ini kita anggap sebagai Step Ketiga compounding. Perhitungan resiko per trade 5% berubah, tidak lagi dari modal di step Compounding kedua ($1250) tapi  diambil dari total modal sekarang ( $1562.5 ) .
  • Begitu seterusnya .

Money management sederhana diatas cukup mudah untuk digunakan . Besarnya nilai resiko per trade tidak baku, bisa anda ubah menjadi 2% atau berapapun terserah anda . Jika anda merasa kesulitan untuk menggunakan model compounding, disarankan untuk menggunakan model tanpa compounding terlebih dahulu sampai dikuasai.

Pengertian Analisa Teknikal Forex

Analisa teknikal

Analisa teknikal adalah analisa pergerakan yang didasarkan pada hitungan matematis(rumus, grafik, chart, dsb). Dengan memadukan pergerakan suatu instrumen dengan rumus-rumus matematis tertentu. Dapat memberikan gambaran atau prediksi di masa depan. Nah yang anda harus hati-hati dan perhatikan adalah kata-kata gambaran/prediksi, jadi keakuratan tidaklah 100%. Besarnya keakuratan inilah yang menjadi seni dan level tersendiri dari masing-masing trader. Semakin anda rajin mengasah rumus, mengevaluasi, memadukan, dsb maka akan menjadi lebih presisi.

Tujuan dari para trader menggunakan analisa teknikal antara lain untuk :
1. Volume transaksi
2. Trend
3. Level-level psikologis (support dan resistance)
4. Periode waktu yang terjadi.

Indikator teknikal ini diciptakan oleh banyak analis teknikal, dan jika dikumpulkan jumlahnya dapat mencapai 250 lebih. Dengan macam-macam tujuan. Dan dengan tingkat kerumitan yang berbeda-beda. Namun sedikit masukan Anda tidak perlu menggunakan semua(karena tidak mungkin juga), cukup gunakan mana yang anda betul-betul pahami, lebih baik sedikit dan sederhana tapi anda menguasai dan tahu mana kelebihan dan kekurangannya.

Indikator menerapkan prinsip ilmu matematis dan statistik. Jadi pertanyaanya, wah saya harus bisa ilmu statistik dong? Jawabnya adalah tidak perlu, dalam program aplikasi forex kebanyakan mereka telah memberikan fasilitas indikator yang dapat langsung anda terapkan di grafik. Bagi anda yg sudah mahir(forex & statistik) anda bisa juga membuat indikator sesuai selera anda. Walaupun indikator bawaan ini bisa sudah langsung diterapkan dan dipakai pada grafik, Anda tetap harus mempelajari kegunaan dan fungsi dari indikator tersebut.

Beberapa indikator yang lazim digunakan:
Secara garis besar ada 3 jenis indikator yaitu:
1. Price Momentum Indicator (Oscillator) : Jenis indikator ini digunakan untuk mengidentifikasi situasi oversold atau overbought. Momentum indikator juga digunakan untuk melihat apakah suatu trend masih akan berlanjut atau semakin melemah.
Contoh indikator:
– Stochastic Oscillator
– Relative Strength Index (RSI)
– CommodityChannel Index (CCI)

2. Trend Following Indicator : Indikator ini digunakan untuk mengidentifikasi awal dan akhir suatu trend atau kapan suatu trend akan berubah sehingga dapat diketahui kapan waktu terbaik untuk membuka dan menutup posisi.
Contoh indikator:
– Moving Average (MA)
– Moving Average Convergence – Divergence (MACD)
– Directional Movements Index (DMI)
– Parabolic SAR

3. Volatility Indicator : Indikator ini digunakan untuk melihat kekuatan pasar yang dilihat dari fluktuasi harga dalam satu periode waktu tertentu. Pasar dikatakan memiliki volatility yang tinggi jika pergerakan harga berlangsung naik turun secara tajam atau sangat fluktuatif di mana terjadi selisih harga yang besar antara harga tertinggi dan terendah.
Contoh indikator: – Bollinger Bands

Nama indikator teknikal juga banyak yang sama dengan nama penemunya. Sebagai contoh indikator bernama Bollinger Bands, diciptakan oleh John Bollinger, seorang Analis Teknikal keturunan Yahudi.

Analisa Fundamental Analisa Teknikal
– Butuh waktu untuk memperoleh informasi.
– Bersifat subyektif karena melibatkan banyak pendapat orang.
– Sulit diterapkan pada pasar yang tidak efisien.
– Memerlukan banyak data untuk menunjang akuratnya prediksi.
– Diperlukan kemahiran trader(membaca chart)
– Lebih cocok diterapkan pada long term period trading.

Menentukan waktu dan jam yg tepat untuk trading forex

Waktu trading

Pasar perdagangan forex buka 24 jam sehari dan 5 hari dalam seminggu. Ini adalah periode waktu yang lama sekali. Boleh dibilang pasar yg buka terus tanpa ada istirahat atau tidur. Bagi para trader, tentunya ini sangat menyenangkan sekali. Karena mereka berpeluang melipat gandakan keuntungan kapanpun juga.

Namun demikian seperti pada umumnya pasar biasa, tidak setiap saat selalu ramai. Ada hari dimana pasar penuh sesak dengan pengunjung. Dan ada waktu dan jam dimana pasar kosong walaupun pasar tetap buka. Ada bulan-bulan tertentu dimana pengunjung pasar benar-benar melebihi kapasitas(menjelang hari raya contohnya).

Jadi wawasan akan waktu dan jam dalam trading forex, juga teramat penting. Anda bisa menyesuaikan karakter strategi perdagangan Anda dengan karakter waktu trading forex pada umumnya. Supaya diperoleh hasil yg maksimal dari setiap perdagangan Anda.

Waktu Pasar (Market Hours)

Pertama-tama kita harus mengetahui bahwa dalam trading forex waktu pasar ini dibagi menjadi beberapa sesi perdaganan besar/utama, yaitu: Sesi Sydney(Australia), Sesi Tokyo(Asia), Sesi London(Eropa), Sesi NewYork(Amerika). Seperti kita ketahui ada perbedaan waktu yg cukup panjang antara Australia dan Amerika(+16 jam). Inilah yg membuat pasar trading forex tidak pernah tidur. Saat satu pasar tutup, pasar lain sedang buka, demikian seterusnya.
Untuk lebih jelasnya mari kita lihat waktu dan jam kapan masing-masing pasar buka/tutup.

Sesi/Pasar Jakarta GMT+7 EST GMT
Sydney Buka
Sydney Tutup
04.00 Pagi
12.00 Siang
5:00 PM
2:00 AM
10:00 PM
7:00 AM
Tokyo Open
Tokyo Close
06.00 Pagi
02.00 Siang
7:00 PM
4:00 AM
12:00 AM
9:00 AM
London Open
London Close
02.00 Siang
10.00 Malam
3:00 AM
12:00 PM
8:00 AM
5:00 PM
New York Open
New York Close
07.00 Malam
03.00 Pagi
8:00 AM
5:00 PM
12:00 PM
10:00 PM

Terlihat dari tabel diatas bahwa jam tutup dan buka saling menyambung, beberapa ada yg overlaping. Seperti saat jam 19.00 s/d 22.00 (Pasar eropa & Amerika), juga saat jam 06.00 s/d 12.00(Pasar Australia & Asia). Secara alami saat dua pasar sedang buka maka volume transaksi perdaganan otomatis lebih besar serta pergerakan harga menjadi lebih dinamis, terutama saat Pasar eropa & Amerika.

Selanjutnya mari kita lihat bagaimana perbandingan pergerakan pips, pada masing-masing pasar.

Tabel selisih pergerakan harga(PIPS) pair forex

Pair Sesi Tokyo/Asia Sesi London/Eropa Sesi NewYork/Amerika
EUR/USD 76 114 92
GBP/USD 92 127 99
USD/JPY 51 66 59
AUD/USD 77 83 81
NZD/USD 62 72 70
USD/CAD 57 96 96
USD/CHF 67 102 83
EUR/JPY 102 129 107
GBP/JPY 118 151 132
AUD/JPY 98 107 103
EUR/GBP 78 61 47
EUR/CHF 79 109 84

Pasar Tokyo

pasar tokyo

Atau bisa disebut pula pasar Asia, mengingat Tokyo adalah pusat perdangan di Asia, mengambil porsi perdagangan sekitar 21% dari total transaksi pada hari tersebut. Dengan Yen menjadi mata uang favorit.

Beberapa ciri/karakteristik dari sesi pasar Tokyo adalah:
* Selain dari Jepang, negara-negara dengan kekuatan ekonomi kedua(Hongkong, Singapore, Australia, Seoul) juga aktif melakukan transaksi. Bersama China, Jepang adalah negara eksportir sehingga selain Bank Sentral Jepang, China, para pengusaha komersial(Ekspor/Impor) juga turut pula aktif memperdagangkan.
* Pada saat-saat tertentu likuiditas bisa menjadi sangat kecil, terlihat pada pergerakan harga yang sangat kecil(tak berubah dalam waktu yg relatif lama). Pergerakan harga yg kecil ini memungkinkan terbentuk level breakout dari tren sebelumnya yg terjadi di pasar Amerika, sehingga muncul fase konsolidasi dari suatu pair.
* Sebagian besar pergerakan terjadi saat awal-awal perdagangan, dimana pada saat-saat itu berita ekonomi fundamental dirilis atau keluar.
* Pasar tokyo sedikit banyak juga akan berimbas kepada pasar-pasar yg buka selanjutnya, Karena trader di Eropa dan Amerika akan melihat apa yg terjadi sebelumnya melalui pasar Tokyo.
* Pair yg mungkin menarik untuk Anda perdagangkan pada sesi Asia ini adalah, JPY dan AUD. Mengingat China juga telah tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru, saat mereka merilis berita-berita penting kedua Pair tersebut juga akan terpengaruh.

Pasar London/Eropa

pasar london

Pasar Eropa mengambil porsi terbesar yaitu hampir sekitar 36% dari total perdagangan. Pasar eropa adalah saat paling ramai, dimana ribuan pengusaha-pengusaha kakap kelas dunia melakukan transaksi perdagangan forex.

Beberapa ciri/karakteristik dari sesi pasar Tokyo/Asia adalah:

* Karena sesi London memiliki waktu yang overlaping dengan pasar lainnya maka sesi ini menjadi sangat ramai. Hal ini mengakibatkan pada likuiditas menjadi sangat tinggi dan spreads pips menjadi lebih kecil.
* Range pergerakan harga menjadi sangat tinggi(Volatile).
* Tren yg terjadi mayoritas akan terus berlanjut hingga sesi awal pada perdangan pasar NewYork.
* Saat siang hari volatilitas akan menurun seiring jam siang untuk makan serta menunggu sesi Amerika buka.
* Beberapa berita penting di zona Euro juga akan sangat mempengaruhi pergerakan harga.
* Pada saat sesi Eropa ini semua pair menjadi sangat menarik untuk diperdagangkan, karena ramainya perdangan. Namun yg terketat tetap pada major pair yaitu EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, dan USD/CHF. Beberapa pair silang seperti EUR/JPY dan GBP/JPY juga dapat dilirik karena bergerak cukup stabil, banyak trader menyukai pasangan pair silang ini.

Pasar NewYork/Amerika

pasar new york

Pasar NewYork mengambil porsi sekitar 19% dari total perdagangan. NewYork adalah pusat perdagangan dan bisnis di Amerika, kota ini juga dijuluki ‘City that never sleep’ artinya kota yang tidak pernah tidur.

Dan yang seperti kita ketahui bahwa USD adalah mata uang dunia, hampir 90% perdagangan akan selalu melibatkan dollar didalamnya.

Beberapa ciri/karakteristik dari sesi pasar NewYork adalah:

* Likuiditas yang tinggi selama pagi hari(awal perdagangan), karena overlaping dengan sesi Eropa.
* Saat berita-berita ekonomi penting US dirilis akan memiliki kekuatan yang sangat besar untuk menggerakkan harga di pasar.Ingat 90% perdangangan melibatkan dollar.
* Setelah pasar Eropa tutup, maka likuiditas dan volatilitas juga cenderung menurun(saat sesi siang Amerika).
* Pada hari jumat waktu Amerika, perdangan akan menurun drastis, karena trader-trader Asia dan Eropa sudah berhenti untuk beraktivitas, mereka bersiap untuk liburan akhir minggu.
* Beberapa pembalikan arah tren juga mungkin sering terjadi pada periode waktu setelah sesi siang Amerika. Beberapa trader tidak mau membiarkan posisi terbuka untuk menghindari hal-hal atau berita yg mungkin terjadi di akhir pekan.
* Seperti pada pasar Eropa, semua pasangan pair sangat menarik dimainkan pada sesi Amerika, hanya Anda harus ekstra memberi perhatian lebih kepada saat dimana berita penting akan dan sedang dirilis, Dollar akan bergerak secara liar dan bahkan melompat-lompat.

Diatas Anda telah mempelajari karakter umum dari masing pasar, mari kita lanjutkan sedikit dengan mengetahui karakteristik dari pair pada hari-hari tertentu. Sehingga nantinya Anda memiliki gambaran yg utuh dan Anda bisa menentukan kapan, jam, waktu dan hari yg paling cocok dengan Anda.

Mari kita lihat Tabel pergerakan harga pips menurut hari. Pair Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday

Pair Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu(Pagi)
EUR/USD 69 109 142 136 145 144
GBP/USD 73 149 172 152 169 179
USD/JPY 41 65 82 91 124 98
AUD/USD 58 84 114 99 115 111
NZD/USD 28 81 98 87 100 96
USD/CAD 43 93 112 106 120 125
USD/CHF 55 84 119 107 104 116
EUR/JPY 19 133 178 159 223 192
GBP/JPY 100 169 213 179 270 232
EUR/GBP 35 74 81 79 75 91
EUR/CHF 35 55 55 64 87 76

Terlihat bahwa Rabu, Kamis, Jumat, adalah waktu dimana pasar paling ramai dan sibuk.

Jadi…
Kapan waktu dan jam terbaik untuk forex trading:
* Sesi Eropa adalah waktu paling sibuk dan ramai.
* Saat overlaping memberikan volatilitas dan likuiditas tinggi, ini adalah kesempatan Anda untuk segera meraih gain/keuntungan dalam waktu yang singkat.
* Pada pertengahan minggu(Rabu, Kamis, Jumat) dimana pergerakan harga pips sedang pada nilai tertinggi.

Kapan waktu dan jam yang tidak cocok untuk forex trading:
* Bagi Anda dengan tipe agresif. Pasar Asia menjadi kurang mengasikkan karena volatilitas dan likuiditas yang rendah.
* Pada hari sabtu, dimana pasar akan segera tutup(setelah sesi siang pasar Amerika)
* Saat-saat dimana terjadi even penting dunia(piala dunia sepak bola, dsb) bisa membuat pasar menjadi sepi, karena perhatian trader beralih.
* Saat jam tidur Anda, pertimbangkan hal ini agar Anda tidak dibutakan dengan terus menerus trading.

Materi tambahan, sekiranya diperlukan:
Tabel porsi perdagangan dari masing-masing pasar menurut negara dibawah:

Pasar Negara/Kota Porsi
EROPA(36%) UK/London 31 %
Jerman 5%
AMERIKA(19%) US/NewYork 19%
ASIA(21%) Tokyo 8%
Singapura 5%
Hongkong 4%
Australia 3%
Lainnya(25%) Negara Lainnya 25%

Perbedaan Demo vs Real Trading Account

Demo vs Real Trading Account

Bagi anda yang serius ingin memulai mencari uang pada bisnis trading forex (valas), direkomendasikan menyisihkan dana setidaknya US$10 (sekitar Rp 100 ribu) atau bahkan US$5 (sekitar Rp 50 ribu) untuk deposit dengan dana real yang akan dipergunakan untuk bertrading dan berlatih pada market real yang sesungguhnya.

Dana ini merupakan modal anda dalam memulai berbisnis, seperti anda berbisnis pada umumnya. Sebagai contoh untuk memulai bisnis MLM (multi level marketing), bisnis online, ataupun kuliner, anda membutuhkan biaya ratusan ribu hingga jutaan rupiah (tidak termasuk belanja produk). Belum lagi apabila anda ingin memulai bisnis franchise ataupun toko yang membutuhkan dana jutaan hingga tidak terbatas.

Bisnis apapun membutuhkan modal, begitupun dengan forex. Nilai US$5 ini tentu tidak berat bagi sebagian besar trader dibandingkan bisnis yang lain dan manfaatnya akan sangat besar dibandingkan dengan mengikuti seminar ataupun kursus di forex yang bernilai jutaan. Dengan cara ini anda akan berlatih secara otodidak untuk mencari pengalaman dan trading system milik anda sendiri daripada menggunakan system trading orang lain yang belum tentu cocok dengan style dan karakter anda.

Lalu apakah mengikuti kursus ataupun seminar trading itu salah ? Sama sekali tidak ada yang salah, tapi berapa banyak dari trader pemula yang mau ataupun mampu untuk membayar jutaan rupiah untuk mengikuti seminar atau kursus trading forex yang belum tentu telah teruji profitable. Ditambah lagi tidak jarang pula pembicara seminar adalah penipuan terselubung yang berjualan produk EA (robot trading) yang tidak berkualitas, berjualan ebook sampah dengan harga jutaan hingga puluhan juta, ataupun menggalang dana (yang melenceng dari tujuan seminar yaitu mencetak trader sukses).

Seandainya memang seminar tersebut adalah bukan penipuan, tetapi seringkali calon trader merasa tidak cocok dengan resiko dan gaya trading si pembicara forex. Untuk itu bagi anda yang ingin menggunakan jalan pintas dan memiliki dana berlebih, sah-sah saja mengikuti seminar ataupun kursus forex asalkan anda terlebih dahulu mencari info mengenai pembicara seminar ybs. Apakah track record dari si pembicara bagus, apakah alumni dari seminar tersebut memberikan review positif, apakah system tradingnya terbukti profitable, atau bahkan bagaimana gaya tradingnya, sehingga dana senilai jutaan rupiah yang anda keluarkan tidak mubazir.

Mungkin anda bertanya-tanya, mengapa harus menggunakan dana real ? Bukankah bisa menggunakan dana uang demo yang bisa didapatkan secara gratis dan tidak memiliki resiko loss ? Memang benar, tetapi ada hal-hal yang tidak bisa diperoleh ketika anda menggunakan uang demo. Segala sesuatu yang gratis tidak akan dihargai, dan seringkali trader yang berlatih menggunakan uang demo biasanya melakukan analisa dengan asal-asalan dan ala kadarnya, kalaupun loss mereka tidak merasa kehilangan apapun. Dengan menggunakan dana real, diharapkan trader menjadi lebih serius dan berhati-hati sebelum melakukan entry, dan saat memutuskan untuk close posisi baik sewaktu profit ataupun di kala melakukan cut loss.

Sekali lagi bukan berarti kita menyarankan untuk harus menggunakan dana real, trader tetap dapat melakukan trading dengan demo account khususnya hanya pada awal-awal pembelajaran. Di saat trader masih dalam taraf belajar basic trading sebagai contoh perhitungan margin, bagaimana cara melakukan open close posisi, melakukan open pending order, baik limit maupun stop, trailing stop, setting take profit dan stop loss, perhitungan leverage, margin level, margin call, dll. Setelah dalam waktu 1 atau 2 minggu saat trader mulai mahir dan telah paham dengan istilah dan indikator teknikal trading dasar serta telah seringkali mencoba trading dalam demo account, silahkan menggunakan dana real dengan lot paling minimum. Selalu lakukan review dan analisa sebelum dan setelah trading. Jika tanpa analisa, tidak berbeda dengan judi / gambling.

Sebagai catatan, meskipun trader telah melakukan deposit dana real dan sementara tidak digunakan untuk bertrading, tidak menjadi masalah. Dana real dapat disimpan dalam account trading dan umumnya tidak ada biaya simpan apapun.