DASAR-DASAR FOREX

Dasar forex belajar forex

Forex adalah perdagangan mata uang asing satu dengan mata uang asing lainnya. Yang diperdagangkan adalah mata uang negara-negara maju saja yaitu USD, Euro, GBP, Yen, CAD, AUD, NZD, CHF. Dan sifatnya adalah berpasang-pasangan misal EURUSD, GBPUSD, AUDUSD, USDJPY, USDCHF, USDCAD, EURCHF, GBPCHF, AUDCAD, AUDJPY, EURJPY, GBPJPY, dll.
Sifat-sifat forex adalah sbb :

1. Forex Trading bergerak terus selama 24 jam setiap hari kerja (Senin sampai Jumat) berputar mulai dari pasar New Zealand & Australia yang berlangsung pukul 04.00 – 14.00 WIB, terus ke pasar Asia yaitu Jepang & Singapura yang berlangsung pukul 07.00 – 16.00 WIB, ke pasar Eropa yaitu Jerman & Inggris yang berlangsung pukul 14.00 – 22.00 WIB, sampai ke pasar Amerika yang berlangsung pukul 19.30 – 04.00 WIB

2. Perdagangan di sessi Asia biasanya harga tidak terlalu memperlihatkan pergerakan (flat). Harga biasanya mulai bergerak saat memasuki sessi Eropa (14.00 WIB) dan puncak pergerakan biasanya terjadi pada saat sessi Amerika dibuka jam 19.30.

3. Berita ekonomi saat sessi Amerika dibuka (US open) biasanya sangat ditunggu pelaku pasar / trader. Karena pergerakan harga bisa sampai 100 – 200 point. Selalu mengikuti berita ekonomi dan analisanya terhadap pasar uang dunia di web site seperti http://www.forexnews.com atau http://www.bloomberg.com Anda tinggal pilih!

4. Berita ekonomi (economic indicator) yang penting dan banyak mempengaruhi pergerakan harga, seperti berita tentang Non Farm Payroll (NFP), Gross Domestic Product (GDP), Trade Balance, CPI, kenaikan suku bunga dll

5. Mata uang yang paling sering diperdagangkan adalah pasangan mata uang seperti GBP/USD, EUR/USD, USD/CHF, USD/JPY. Mata uang ini dipilih karena pergerakannya sangat fluktuatif.

6. Bila GBP/USD dan EUR/USD sedang dalam kondisi “down trend” maka biasanya USD/CHF dan USD/JPY dalam kondisi “Up Trend”. Tapi bila suatu saat harga ini bergerak tidak berlawan seperti yang disebutkan di atas, Anda wajib hati-hati untuk memasang posisi (entry) pada hari itu.

7. Mata Uang: GBP (Great Britain Poundsterling) mata uang negara Inggris , EUR (Euro) mata uang negara-negara Eropa, USD (United States Dollar) mata uang Negara Amerika Serikat, CHF(Swiss Franc) mata uang negara Swiss, JPY (Japanese Yen) mata uang negara Jepang.

Bila GBP/USD = 1.8541 berarti 1 GBP = 1.8541 USD
Bila EUR/USD = 1.2778 berarti 1 EUR = 1.2778 USD
Bila USD/CHF = 1.2250 berarti 1 USD = 1.2250 CHF
Bila USD/JPY = 114.50 berarti 1 USD = 114.50 JPY

Atau contoh mudah :
Bila USD/IDR = 9800 berarti 1 USD (Dollar) sama dengan 9800 IDR (Rupiah)

Penguatan dan Pelemahan mata uang, kadang-kadang masih banyak orang yang terbalik membacanya, mana mata uang yang menguat dan mana mata uang yan melemah. Bila GBP/USD bergerak dari harga 1.8540 ke 1.8590 (naik). Maka ini berarti GBP/USD mengalami kenaikan 50 poin. Terhadap masing2 mata uang; GBP mengalami “penguatan” nilai mata uang sedang USD mengalami “pelemahan” nilai mata uang. Karena nilai Dollar (USD) yang dibutuhkan untuk membeli GBP semakin besar yaitu dari 1.8540 menjadi 1.8590 per 1 Poundsterling (GBP). Pendek kata nilai, nilai Pound makin mahal terhadap Dollar.

Artinya harga bergerak 400 point. Terhadap masing2 mata uang; USD mengalami “penguatan” nilai mata uang sedang IDR mengalami “pelemahan” nilai mata uang. Karena nilai Rupiah (IDR) yang dibutuhkan untuk membeli Dollar (USD) semakin besar yaitu dari 9500 menjadi 9900 per 1 Dollar (USD). Pendek kata nilai, nilai Dollar makin mahal terhadap Rupiah.

8. Seperti yang Anda sudah ketahui bahwa dalam perdagangan Forex dikenal istilah “Two Ways Opportunities ?” Yaitu transaksi di FOREX dapat dilakukan dengan cara 2 arah dalam mengambil keuntungannya. Bila trend harga sedang naik maka transaksi dilakukan dengan mengambil posisi BUY (offer). Sedang bila trend harga sedang turun maka transaksi dilakukan dengan mengambil posisi SELL (bid). Contohnya :

Posisi BUY (offer)

Kita melihat harga GBP/USD sedang mengalami trend naik (up trend). Setelah kita menganalisa kita memutuskan untuk melakukan transaksi (open position) yaitu “BUY’ dengan quantity 1000 ($10) ketika harga GBP/USD telah mencapai 1.8550 (misalnya). Ternyata analisa kita benar beberapa saat kemudian harga bergerak naik terus sampai 1.8640. kita lihat harga mulai bergerak lambat. Dan telah menyentuh garis resistan yang kuat. Kita memutuskan untuk melikuidasi (menutup) posisi kita di 1.8640. Maka dari transaksi ini kita mendapat keuntungan 90 poin ( 1.8640 – 1.8550 = 90 point )

Keuntungan yang kita peroleh

Dengan Quantiy 1000 ($10) adalah 10×90/100(leverage) = $9 (profit)

Posisi SELL (bid)

Kita melihat harga GBP/USD sedang mengalami trend turun (down trend)
Setelah kita menganalisa kita memutuskan untuk melakukan transaksi (open position) yaitu “SELL’ dengan quantity 10000 ($100) ketika harga GBP/USD telah mencapai 1.8860 (misalnya). Ternyata analisa kita benar beberapa saat kemudian harga bergerak turun terus sampai 1.8780. kita lihat harga mulai bergerak lambat. Dan telah menyentuh garis suppot yang kuat. Kita memutuskan untuk melikuidasi (menutup) posisi kita di 1.8780. Maka dari transaksi ini kita mendapat keuntungan 80 poin ( 1.8860 – 1.8780 = 80 point )

Keuntungan yang kita peroleh

Dengan Quantiy 10000 ($100) adalah 100×80/100(leverage) = $80 (profit)

*Perhitungan profit ini berbeda antara direct currency (GBP/USD, EUR/USD) dengan indirect currency (USD/CHF,USD/JPY). Akan dibahas lain waktu.

9. Analisa teknikal dan analisa fundamental sangat penting untuk dipelajari guna menganalisa pergerakan harga. Analisa Teknikal adalah analisa pergerakan harga dengan melihat grafik pergerakan harga sebelumnya ( 5 menit, 30 menit , 1 jam, atau 1 hari yang lalu) biasanya dilengkapi dengan indicator-indikator untuk melihat tren harga dan untuk memutuskan kapan harus masuk pasar (Entry) dan kapan harus keluar dari pasar (Exit). Sedangkan Analisa Fundamental adalah analisa yang didasarkan melihat perkembangan ekonomi suatu Negara. Misalnya kenaikan suku bunga bank, inflasi, NFP dll

10. Jangan menggunakan time frame yang kecil untuk menentukan trend harga seperti 1 minute (1M), 5 minute (5M). Karena terlalu banyak “gelombang” yang bisa menelan
Gunakan time frame 1 jam (1H) untuk menentukan trend dan time frame 5 minute (5M) untuk melihat pergerakn harga. Atau gunakan time frame 1hari (1D) untuk melihat trend dan gunakan 1 jam(1H) untuk melihat pergerakan harga.

Contoh : Trend daily (harian) sedang naik, usahakan pada hari itu jangan memasang posisi yang berlawan dengan trend harian. Lihatlah pergerakan harga pada time frame 1H (1jam), bila harga sedang turun tunggulah harga sampai dasar dan memantul kembali naik (bounce). Intinya “buy at bottom and sell at top” beli saat harga berada di dasar dan jual pada saat harga berada di puncak.

11. Pilih strategi yang sesuai dengan Anda. Uji dahulu (back test) dengan demo account selama sebulan. Lihat hasilnya apakah memberikan probability keuntungan yang tinggi atau malah probability kerugiannya sangat besar. Kunci keberhasilan dalam trading adalah sabar dan disiplin dengan strategi yang sudah Anda yakini, hindari nafsu serakah dan rasa takut serta hindari rasa terburu nafsu untuk segera membalas kekalahan.

12. Dalam trading gunakan paling banyak 10% saja dari equity yang Anda miliki.Misal uang di account Anda 100 USD. Gunakan paling banyak 10 USD untuk trading. Selalu pasang sotp loss 5% dari equity untuk membatasi kerugian. Dan ketahui kapan harus masuk pasar dan kapan harus keluar dari pasar.

13. Terus belajar dan tambahlah pengetahuan anda dalam forex trading Pelajari strategi dari forum2 dan trader lain pelajari money management, pelajari trading psychology dsb dll meski Anda selalu berhasil dalam trading Anda.

Stop Kerugian Trading Menggunakan Stop Loss

stop loss

Stop Loss adalah sebuah tools trading dimana posisi yang dibuka akan ditutup secara otomatis pada harga yang ditentukan menurut stop-order atau safety order. Anda dapat menetapkan safety order untuk menimimalisasi kerugian apabila ada pergerakkan pasar yang mendadak.

Stop loss juga merupakan salah satu jenis order, hanya saja order ini berlawanan dengan order lainnya. Fungsi stop loss adalah untuk menghindari resiko kerugian yang lebih besar.

Salah satu peraturan manajemen modal : “Batasi kerugian untuk setiap deal tidak lebih dari 5% saldo”. Dengan kata lain, ini berarti bahwa stop loss tidak dapat melaju melebihi dari level poin yang ditetapkan yang tergantung pada volume order setiap deal. Tetapi peraturan ini tidak selalu cocok untuk setiap situasi spesifik. Menurut grafik jangka panjang, stop level yang sedikit lebih rendah dibutuhkan untuk mengingat dan yang sedikit lebih tinggi untuk memenuhi peraturan Stop / Profit 1:3. Untuk menetapkan pemberhentian besar pada 15 menit berarti tidak mendapatkan cukup keuntungan, jadi tetapkan sedikit lebih tinggi / rendah.

Pertama, diharuskan memperkirakan tempat untuk meletakkan stop loss secara aman. Apabila menggunakan level support / resistance, maka usahakan diluar level tersebut. Dengan demikian, pada terobosan channel atau batas, ada kemungkinan bahwa tren akan berbalik dan uang anda akan diselamatkan dari kerugian. Apabila tidak ada channel atau batas maka yang terbaik untuk meletakkan stop loss adalah diatas atau dibawah candle sebelumnya untuk penjualan atau pembelian berurutan. Ada beberapa indikator yang berdasar pada peraturan, menyederhanakan penetapan point exitBollinger dan Parabolic.

Meskipun begitu, “diatas” dan “dibawah” interval antara masukkan yang diharapkan dan stop loss tetap harus diperhitungkan. Apabila kemungkinan kerugian kurang dari 5% dan profit yang cukup dapat diraih, maka anda dapat memasuki pasar.

Seringkali hal ini tidak cukup untuk perkiraan apakah benar atau salah dari posisi yang sudah ditetapkan. Apabila kemungkinan kerugian lebih dari 5% dan profit berkembang tinggi, akan lebih baik untuk menunggu untuk situasi yang lebih menguntungkan.

Ada beberapa cara menentukan level stop loss berdasarkan strateginya :

1. Stop loss pada blind trading

Blind trading adalah trading yang menitik beratkan pada money management , sehingga sering kali entry point, exit point, target profit termasuk stop loss pada blin trading bukanlah hasil sebuah analisa melainkan karena perhitungan matematis sebuah strategi trading.

Misalnya : Open buy sebesar 5% equity pada saat harga open baru terbentuk , target profit 10 point , stop loss 10 point.

Dari contoh diatas seorang blind trader tidak memerlukan sebuah analisa dalam menentukan stop loss .Karena begitu transaksinya kalah, dia akan melakukan strategi selanjutnya .

2. Stop loss pada real trading.

Trading yang benar adalah dengan membeuka posisi yang selalu didahului dengan analisa. Dalam trading jenis ini stoploss ditentukan dengan 2 cara yaitu :

A. Menggunakan indikator

Indikator yang sering digunakan sebagai level stop loss adalah Parabolic SAR . Aturan mainnya adalah membuka posisi dengan stop loss nya adalah nilai paabolic SAR pada saat itu.

B. Menggunakan Garis Support atau Resistance

Support atau resistance adalah level harga yang bisasanya dijadikan titik pantul market. Sehingga  kita bisa menempatkan posisi stop loss dibelakang garis support dan resistance dengan asusmsi bahwa level itu tidak akan terentuh karena market akan memantul sebelum mengenai level stop loss.

Jika garis support dan resistance berhasil ditembus maka harga akan terus melaju , sehingga sudah benar jika kita menempatkan stop loss dibelakang garis support dan resistance.

C. Menggunakan garis trend

Garis trend juga bisa dijadikan level stop loss dengan alasan bahwa selama trend itu belum berakhir grafik akan selalu berada didepan garis trend . Sehingga jika grafik menyebrang garis trend, bisa dipastikan harga akan terus bergerak menjauh berlawanan dengan posisi kita.

Itulah beberapa cara menentukan stop loss yang bisa digunakan dalam trading kita , yang harus diperhatikan adalah bahwa harus ada sedikit jarak antara level stop loss dengan yang dijadikan acuan penentuan level stop loss sehingga tidak sampai terjadi market yang menyentuh stop loss kita lalu market balik arah.

Pengetahuan Dasar Forex Trading

traders

  • Pasar Forex Trading hidup bergerak terus selama 24 jam setiap hari kerja (Senin sampai Jumat) berputar mulai dari pasar New Zealand & Australia yang berlangsung pukul 04.00 – 14.00 WIB, terus ke pasar Asia yaitu Jepang & Singapura yang berlangsung pukul 07.00 – 16.00 WIB, ke pasar Eropa yaitu Jerman & Inggris yang berlangsung pukul 14.00 – 22.00 WIB, sampai ke pasar Amerika yang berlangsung pukul 19.30 – 04.00 WIB
  • Perdagangan di sesi Asia biasanya cenderung memiliki range pergerakan yang kecil (flat) sehingga grafik cenderung datar. Harga biasanya mulai bergerak (naik/turun) saat memasuki sessi Eropa (sekitar 14.00 WIB) dan puncak pergerakan biasanya terjadi pada saat sessi Amerika dibuka jam 19.30.
  • Berita ekonomi saat sessi Amerika biasanya berpengaruh terhadap pergerakan harga pair mata uang yang berpasangan dengan USD,  Berita-berita ekonomi penting seperti trade balance, NFP, kenaikan suku bunga  kadang menjadi acuan untuk menentukan arah pergerakan harga. Untuk melihat jadwal berita ekonomi penting bisa melihatnya di www.forexfactory.com, reuters.com, bloomberg.com dsb
  • Berita ekonomi (economic indicator) yang penting dan banyak mempengaruhi pergerakan harga, seperti berita tentang Non Farm Payroll (NFP), Gross Domestic Product (GDP), Trade Balance, CPI, kenaikan suku bunga dll
  • Mata uang yang paling sering diperdagangkan adalah pasangan mata uang seperti GBP/USD, EUR/USD, USD/CHF, USD/JPY. Mata uang ini dipilih karena pergerakannya sangat fluktuatif.
  • Bila GBP/USD dan EUR/USD sedang dalam kondisi “down trend” maka biasanya USD/CHF dan USD/JPY dalam kondisi “Up Trend”. Tapi bila suatu saat harga ini bergerak tidak berlawan seperti yang disebutkan di atas, Anda wajib hati-hati untuk memasang posisi (entry) pada hari itu.
  • Mata Uang GBP (Great Britain Poundsterling) mata uang negara Inggris , EUR (Euro) mata uang negara-negara Eropa, USD (United States Dollar) mata uang Negara Amerika Serikat, CHF(Swiss Franc) mata uang negara Swiss, JPY (Japanese Yen) mata uang negara Jepang.

Bila GBP/USD = 1.8541 berarti 1 GBP = 1.8541 USD
Bila EUR/USD = 1.2778 berarti 1 EUR = 1.2778 USD
Bila USD/CHF = 1.2250 berarti 1 USD = 1.2250 CHF
Bila USD/JPY = 114.50 berarti 1 USD = 114.50 JPY

  • Kadang masih banyak orang yang terbalik membacanya, mana mata uang yang menguat dan mana mata uang yan melemah. Bila GBP/USD bergerak dari harga 1.8540 ke 1.8590 (naik). Maka ini berarti GBPUSD mengalami kenaikan 50 poin. Terhadap masing2 mata uang; GBP mengalami “penguatan” nilai mata uang sedang USD mengalami “pelemahan” nilai mata uang. Karena nilai Dollar (USD) yang dibutuhkan untuk membeli GBP semakin besar yaitu dari 1.8540 menjadi 1.8590 per 1 Poundsterling (GBP). Pendek kata nilai, nilai Pound makin mahal terhadap Dollar.

Contoh mudah lagi mis; Dollar terhadap Rupiah USD/IDR. Bila USD/IDR bergerak dari harga 9500 ke 9900 (naik) Artinya harga bergerak 400 point. Terhadap masing2 mata uang; USD mengalami “penguatan” nilai mata uang sedang IDR mengalami “pelemahan” nilai mata uang. Karena nilai Rupiah (IDR) yang dibutuhkan untuk membeli Dollar (USD) semakin besar yaitu dari 9500 menjadi 9900 per 1 Dollar (USD). Pendek kata nilai, nilai Dollar makin mahal terhadap Rupiah.

  • Seperti yang Anda sudah ketahui bahwa dalam perdagangan Forex dikenal istilah “Two Ways Opportunities” Yaitu transaksi di FOREX dapat dilakukan dengan cara 2 arah dalam mengambil keuntungannya. Bila trend harga sedang naik maka transaksi dilakukan dengan mengambil posisi BUY (offer). Sedang bila trend harga sedang turun maka transaksi dilakukan dengan mengambil posisi SELL (bid). Contohnya :

Posisi BUY (offer)Kita melihat harga GBP/USD sedang mengalami trend naik (up trend)
Setelah kita menganalisa kita memutuskan untuk melakukan transaksi (open position) yaitu “BUY’ dengan quantity 1000 ($10) ketika harga GBP/USD telah mencapai 1.8550 (misalnya). Ternyata analisa kita benar beberapa saat kemudian harga bergerak naik terus sampai 1.8640. kita lihat harga mulai bergerak lambat. Dan telah menyentuh garis resistan yang kuat. Kita memutuskan untuk melikuidasi (menutup) posisi kita di 1.8640. Maka dari transaksi ini kita mendapat keuntungan 90 poin ( 1.8640 – 1.8550 = 90 point )

Keuntungan yang kita peroleh
Dengan Quantiy 1000 ($10) adalah 10×90/100(leverage) = $9 (profit)

Posisi SELL (bid)Kita melihat harga GBP/USD sedang mengalami trend turun (down trend)
Setelah kita menganalisa kita memutuskan untuk melakukan transaksi (open position) yaitu “SELL’ dengan quantity 10000 ($100) ketika harga GBP/USD telah mencapai 1.8860 (misalnya). Ternyata analisa kita benar beberapa saat kemudian harga bergerak turun terus sampai 1.8780. kita lihat harga mulai bergerak lambat. Dan telah menyentuh garis suppot yang kuat. Kita memutuskan untuk melikuidasi (menutup) posisi kita di 1.8780. Maka dari transaksi ini kita mendapat keuntungan 80 poin ( 1.8860 – 1.8780 = 80 point )

Keuntungan yang kita peroleh
Dengan Quantiy 10000 ($100) adalah 100×80/100(leverage) = $80 (profit)

*Perhitungan profit ini berbeda antara direct currency (GBP/USD, EUR/USD) dengan indirect currency (USD/CHF,USD/JPY). Akan dibahas lain waktu.

  • Analisa teknikal dan analisa fundamental sangat penting untuk dipelajari guna menganalisa pergerakan harga. Analisa Teknikal adalah analisa pergerakan harga dengan melihat grafik pergerakan harga sebelumnya ( 5 menit, 30 menit , 1 jam, atau 1 hari yang lalu) biasanya dilengkapi dengan indicator-indikator untuk melihat tren harga dan untuk memutuskan kapan harus masuk pasar (Entry) dan kapan harus keluar dari pasar (Exit). Sedangkan Analisa Fundamental adalah analisa yang didasarkan melihat perkembangan ekonomi suatu Negara. Misalnya kenaikan suku bunga bank, inflasi, NFP dll
  • Jangan menggunakan time frame yang kecil untuk menentukan trend harga seperti 1 minute (1M), 5 minute (5M) karena terlalu banyak false signal.  Gunakan time frame yang lebih besar untuk menentukan trend minimal Timeframe 1 jam (1H)  dan untuk menentukan Open posisi gunakan  timeframe 15 minute atau 5 menit saat arah harga mulai searah dengan trend yang lebih besar. Makin besar Time frame yang digunakan  menentukan arah trend harga maka trend makin valid.

Contoh : Trend pada time frame 4H sedang naik, maka usahakan pada hari itu jangan memasang posisi yang berlawan dengan trend 4H. Lihatlah pergerakan harga pada time frame 1H (1jam), bila harga sedang turun tunggulah harga sampai dasar dan memantul kembali naik (bounce) mengikuti trend 4H. Intinya “buy at bottom and sell at top” beli saat harga berada di dasar dan jual pada saat harga berada di puncak.

  • Pilih strategi yang sesuai dengan Anda. Uji dahulu (back test) dengan demo account selama 2 atau 3 bulan. Lihat hasilnya apakah memberikan probability keuntungan yang tinggi atau malah probability kerugiannya sangat besar. Kunci keberhasilan dalam trading adalah sabar dan disiplin dengan strategi yang sudah Anda yakini, hindari nafsu serakah dan rasa takut serta hindari rasa terburu nafsu dan over trade.
  • Terus belajar dan tambahlah pengetahuan anda dalam forex trading Pelajari strategi, pelajari money management, pelajari trading psychology dsb. Ikuti forum-forum forex dan grup-grup forex trading di Facebook. Pengetahuan trading Anda akan semakin bertambah dengan banyak berdiskusi dan membaca yang pasti akan mendukung keberhasilan dalam bisnis forex trading.

Perhitungan Leverage, Margin, Margin Call dan margin level

margin call

Bagi kita yang bergerak di bidang perdagangan forex, pastilah sering mendengan istilah leverage, margin, margin call dan margin level. Tahukah anda bagaimana cara menghitung margin dan margin call berdasarkan leverage dan margin level? Pada artikel ini kita akan membahas cara perhitungan leverage, margin, margin call dan margin level.

Bagaimana Cara Menghitung Margin dengan Leverage ?
Contoh :

  • leverage 1:100 maka berarti (1/100) x100% = 1%
  • leverage 1:500 maka berarti (1/500) x100% = 0.2%
  • leverage 1:1000 maka berarti (1/1000) x100% = 0.1%

Cara Menghitung Margin

Pada umumnya :
1 lot = quantity contract size $100,000 (regular),
0.1 lot = quantity contract size $10,000 (mini)
Bisa anda tanyakan kepada broker anda akan besarnya quantity contract size pada satuan lotnya.

Untuk mata uang yang Indirect (USD/JPY,USD/CHF, dll), Maka cara perhitungan margin bisa dilakukan dengan rumusan berikut:

Margin = Jumlah Lot x 100000 x %margin (untuk yang memakai satuan Lot), atau Margin = Quantity Contract Size x %margin (untuk yang memakai satuan Quantity)

Contoh :

  1. Anda melakukan order BUY di mata uang USD/JPY sebanyak 1 lot dengan leverage 1:100, maka perhitungan marginnya yaitu : Margin = 1 x 100000 x 1% = $1000
  2. Anda melakukan order SELL di mata uang USD/CHF sebanyak 0.3 lot dengan leverage 1:200, maka perhitungan marginnya yaitu : Margin = 0.3 x 100000 x 0.5% = $150

Untuk mata uang yang Direct (EUR/USD, GBP/USD, dll), Maka cara perhitungan margin jaminannya harus dijadikan ke kurs US Dollar dahulu, yaitu dengan cara :

Margin = Jumlah Lot x 100000 x %margin x Harga quote kurs saat itu (untuk satuan Lot), atau
Margin = Quantity Contract Size x %margin x Harga quote kurs saat itu (untuk satuan Quantity)

Contoh :

  1. Anda melakukan order BUY (Ask) di mata uang EUR/USD sebanyak 1 lot dengan leverage 1:100 dan harga kurs Bid/Ask-nya saat itu adalah 1.2998/1.3000, maka perhitungan marginnya yaitu : Margin = 1 x 100000 x 1% x 1.3000 = $1300.
  2. Anda melakukan order SELL (Bid) di mata uang GBP/USD sebanyak 0.2 lot dengan leverage 1:500 dan harga kurs Bid/Ask-nya saat itu adalah 1.9010/1.9014, maka perhitungan marginnya yaitu : Margin = 0.2 x 100000 x 0.2% x 1.9010 = $76

Margin Call

Jika anda trading dengan modal 500 , lalu ternyata hasilnya saat ini rugi 499 . Jika dibiarkan ada kemungkinan anda akan mengalami kerugian lebih dari modal yang anda miliki. Pertanyaannya siapa yang mau menanggung kerugian jika bisnis anda dibiarkan terus, padahal modal anda hanya 500? Tidak akan ada yang  mau menanggung kerugian anda. Oleh karena itu anda harus tutup secara paksa akun anda agar rugi yang anda alami sebesar modal anda yaitu 500.

Broker forex akan menutup paksa transaksi yang anda lakukan jika kerugiannya hampir sama sebesar modal anda agar broker tidak menanggung kerugian akibat transaksi anda. Itulah yang disebut Margin call

Pengertian Margin Call
Margin call berarti likuidasi secara “paksa” yang dilakukan oleh broker karena account anda tak memiliki dana yang cukup untuk membiayai/menutupi posisi anda yang merugi.

Dasar untuk menentukan Margin Call biasanya ada 2 yaitu :

I.  Margin Level
Sistem margin level digunakan pada platform MetaTrader.
Misalnya broker menentukan Margin Call terjadi jika Margin Level 5%, maka ketika Equity =  5% x “Margin yang digunakan”, margin call akan terjadi. Sehingga satu per satu posisi yang terbuka akan ditutup otomatis oleh broker hingga dana trader cukup untuk menutupi loss yang dialami.

Rumus perhitungan margin level adalah :
Margin Level = Equity / Margin yang digunakan

Equity merupakan Balance anda setelah ditambah/dikurangi profit & loss berjalan.

Pada platform MetaTrader, seorang trader tak perlu menghitung Margin Level secara manual, karena bila ada open posisi otomatis Margin Level akan nampak pada Tab “Trade” dalam satuan persen (%). Yang perlu trader lakukan adalah menjaga agar Margin Level tidak mendekati batas Margin Call broker. (misalnya 5%)

II.  Modal awal – Margin – Loss = 0
Ada juga broker yang menentukan margin call bila Modal awal – Margin yang digunakan – Loss total = 0. Artinya akan terjadi margin call jika free margin anda benar – benar habis.

Misalnya : Anda deposit modal sebesar $500. Jika anda membuka 1 posisi trading GBP/USD sebesar 1 lot (100.000) dengan leverage 1:500 membutuhkan margin sebesar $200. Maka modal yang ditahan sementara sebagai jaminan (margin) untuk membuka 1 lot gbp/usd adalah $200.

Jadi sisa margin anda tersebut untuk menahan loss adalah : $500 – $200 = $300
Jika arah market berlawanan dengan prediksi anda , dan floating loss (rugi) anda mencapai $300 maka tak ada margin / dana tersisa untuk menahan loss, sehingga satu per satu posisi anda akan ditutup otomatis oleh broker. Kemudian margin $200 yang dilock sementara sebagai jaminan untuk open 1 posisi GBP/USD tersebut, akan kembali masuk ke account anda setelah posisi anda di close . Sehingga margin anda tersisa $200 saja .

Dengan mengetahui tentang margin call sebelum melakukan transaksi diharapkan anda sudah memperhitungkan berapa banyak yang akan ditransaksikan, dan berapa kerugian yang bisa tanggung, sehingga tidak sampai terjadi margin call.

Pengertian Leverage dan margin serta cara perhitunganya

Forex leverage

Dalam aktifitas forex trading sering kali anda berhadapan dengan istilah leverage, terutama saat membuka account trading di broker forex yang anda pilih. Ada baiknya anda mengetahui apa pengertian leverage, bagaimana cara memanfaatkannya, dan apa resiko nya.

PENGERTIAN :
Level atau Leverage  dalam forex trading biasanya mengacu pada penggunaan bantuan hutang dari broker yang memungkinkan kita bertransaksi forex dengan modal yang kecil.

MACAM LEVERAGE (DAYA UNGKIT)

* 1 : 1 berarti uang jaminannya 100% dari nilai kontraknya.
* 1 : 50 berarti uang jaminannya 2% dari nilai kontraknya.
* 1 : 100 berarti uang jaminannya 1% dari nilai kontraknya.
* 1 : 200 berarti uang jaminannya 0.50% dari nilai kontraknya.
* 1 : 400 berarti uang jaminannya 0.25% dari nilai kontraknya.
* 1 : 500 berarti uang jaminannya 0.20% dari nilai kontraknya.
* dst

KETERANGAN :
Jaminan = Margin.

Oleh karena itu di dalam pasar forex modern, level disini seperti contohnya 1 : 100, atau artinya untuk memperdagangkan mata uang senilai $100  modal yang dipakai hanya 1 : 100 nya saja atau $1 saja. $1 itulah yang disebut juga sebagai margin (disebut juga deposito untuk pembelian $100).

Dalam keadaan normal ( leverage 1:1 ), untuk membuka transaksi sebesar 1 lot dibutuhkan 100.000 base currency.  Misalkan saja transaksi buy 1 lot di pair GBP/USD membutuhkan modal atau margin sebesar 100.000 Gbp (poundsterling). Dengan adanya leverage, modal atau margin yang kita butuhkan untuk membuka transaksi yang sama sebesar 1 lot di GBP/USD jadi lebih sedikit.

Tergantung dari leverage yang kita pilih saat membuka account trading, modal atau margin yang dibutuhkan untuk bertransaksi di satu pair bisa berbeda-beda.

Jika kita belum mengetahui tentang ini pasti akan berkata bagaimana mungkin $1 dapat membeli $100? Mungkin saja, karena sebenarnya bisa dikatakan BROKER lah yang mengeluarkan jumlah uang $100 tersebut untuk anda. Sehingga anda hanya perlu mengeluarkan uang $1 (Account Deposit) untuk menanggung kerugian dan keuntungan dari transaksi $100 itu. Jadi $1 itu sebagai jaminan $100, dan sisa account yang lain sebagai penanggung kerugian dan keuntungan dari transaksi tersebut.
Jaminan (margin) akan dikembalikan ke portfolio account balance anda lagi secara utuh setelah posisi order anda ditutup (close) atau clear. Oleh karena itulah system trading forex modern lebih banyak diminati oleh para pelaku pasar (trader) ketimbang pasar tradisional.

Anda harus berhati-hati, karena level atau leverage dapat menjadi pedang bermata dua, yaitu misalkan anda bermain dengan $1 = $100, berarti sama dengan $1 adalah 0.1 lot, apabila uang anda ada $10 yang anda mainkan, maka setiap kenaikan 20 pips (point) berarti anda akan mendapatkan $20 tambahan. Tetapi anda jangan lupa juga setiap penurunan 20 pips (poin) berarti anda mengalami kerugian minus $20, karena sebelumnya modal anda $10, berarti broker akan melakukan margin call di karenakan uang anda tidak mencukupi, alias uang anda hangus karena modal telah habis hanya karena penurunan 20 pips tersebut.